Friday, 17 August 2018

Demi Tanah Air

This whole post is in Indonesian, so sorry to non-Indonesians!

Selamat HUT RI ke-73, semuanya! Kalian upacara kah hari ini? Pakai seragam sekolah terus berbaris sama temen-temen? Jujur aja, akhir-akhir ini sulit rasanya untuk bisa berbangga jadi warga negara Indonesia. Pemerintahan, politik dan, yah, hal-hal lainnya bikin sulit untuk bisa dengan busung dada menyatakan cinta terhadap negeri ini. Standar sensor media yang makin lama makin berlebihan—melebihi akal sehat, medan politik yang terasa seperti area bermain pejabat-pejabat dan orang-orang berkuasa saja dan rakyat yang kerap kali hanya memikirkan kepentingan sendiri, sambil menyalahkan pihak berwajib. Tapi di saat seperti ini, justru kita harus memulai dari diri sendiri. Apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia? Bagaimana kita mengubah negeri ini? Ngga perlu muluk-muluk yang ingin membawa nama Indonesia ke kancah internasional segala. Mulai aja dari hal kecil, hal yang bisa kita lakukan sekarang. Buat apa mikir jauh-jauh untuk berkontribusi atas nama negara, bikin bangga nusa dan bangsa, lewat olahraga/sains/karya seni, kalau hal-hal kecil yang bisa menginspirasi aja kita belum bisa?

Thrifted top + loafers // borrowed pants // Sejauh Mata Memandang scarf // watch c/o Riverdean // Carousell tote bag

Hal itu ngga harus susah kok, lihat aja dari kehidupan kita sehari-hari untuk tanah air yang lebih indah. Aku, contohnya, lagi berusaha diet plastik dan meminimalisir produksi sampah Indonesia. Apa kalian tahu bahwa Indonesia adalah negara ke-2 dengan penggunaan plastik terbanyak? Mungkin kita yang tinggal di kota ngga merasakannya, tapi hal ini bisa sangat berarti untuk rakyat kecil di pulau lain, maupun pinggir sungai. Kalian tahu bahwa sungai Citarum yang di Bandung itu sempat dinamakan sungai terkotor sedunia? Bahkan Bali yang katanya pulau dewata, salah satu pulau terindah di dunia, itu pantai-pantainya sarat dengan sampah plastik. Mungkin video klip ini bisa memberikan suatu gambaran akan hal itu. Lihat deh, musisi luar negeri aja bisa peduli dengan lingkungan kita. Masa kita yang warga Indonesia, yang tinggal di negeri ini sendiri, bisa peduli setan dengan alam sekitar kita? Haruskah kita menunggu sampai kita tenggelam di lautan sampah kita sendiri? Dengan pemikiran ini, aku memutuskan untuk diet plastik dan memaksimalkan penggunaan barang-barang di sekitar kita. Bagaimana dengan kamu?

P.S: You can get 20% off from Riverdean with the code BIVISYANI20

Follow on Bloglovin

No comments:

Post a Comment

Thanks for your kind comment. Please do stop by again soon!